Di sisi lain Guru Besar Departemen Kriminologi Universitas Indonesia Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala menekankan pentingnya mengenali bibit-bibit penyimpangan perilaku di kalangan anak muda.
“Kuasailah dunia digital, hadirlah di tiap Whatsapp Grup anak muda, datanglah ke konser-konser yang sering didatangi anak muda, agar kita bisa mengenali mereka dan juga mengenali bibit-bibit peyimpangan, yang salah satu bibit dari penyimpangan tersebut adalah narkotika,” ujarnya.

Di bagian lain, Pendiri Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani saat memimpin meditasi menegaskan bahwa meditasi dapat membantu pencegahan narkoba.
“Meditasi merupakan metode yang bisa menjadi self-healing, dapat membantu meningkatkan kesadaran berbudaya bersih narkoba, bersih seluruhnya dalam kehidupan ini, yang akan bisa membangun Indonesia dari diri kita sendiri,” ungkapnya.
Majelis Nyala Purnama diharapkan menjadi pemantik konsisten bagi lahirnya ekosistem lingkungan kampus dan masyarakat yang bersih, kreatif, serta bermartabat tanpa narkoba.
