Para nara sumber membahas seputar sejarah seni Mamanda; nilai-nilai dan kearifan lokal yang ada dalam seni Mamanda; aktualisasi nilai dan kearifan lokal dalam konteks kekinian; dialektika seni tradisi Mamanda dengan modernitas budaya pop dan industrialisasi seni; hubungan dan kesesuaian seni Mamanda dengan seni tradisi yang ada di daerah lain; inovasi dan rekonstruksi yang mungkin dilakukan dalam seni tradisi Mamanda.
Menurut Kepala MAC UI, Ngatawi al-Zastrouw, acara ini merupakan sarana untuk bersilaturahmi antaranak bangsa melalui seni budaya. Melalui kegiatan ini kita bisa belajar tentang identitas budaya suku bangsa lain, kita bisa menggali nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh mereka melalui seni.

“Kami berharap dengan silaturahmi budaya melalui pergelaran ini akan tumbuh pemahaman yang bisa meningkatkan rasa persaudaraan antaretnis,” katanya.
