Ibadah Puasa dan Teologi Pembebasan

Jadi, bisa dipahami bahwa hakikat ibadah puasa dalam sudut pandang teologi pembebasan bukan semata-mata kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Akan tetapi, lebih dari itu sebagai bentuk kepedulian dan keterlibatan kita dalam merasakan kesengsaraan orang lain, terutama kelompok yang lemah, miskin, dan termarginalkan. Ini berarti, puasa bisa menjadi senjata melawan segala penindasan dan eksploitasi yang mengakibatkan maraknya kemiskinan serta ketidakadilan di tengah masyarakat. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan