Tangannya kasar, lelah tak terhitung,
namun doanya selalu lembut beruntun.
Ia mungkin tak memberi dunia yang luas,
tapi selalu memberi langit yang tak terbatas.
Matanya teduh dengan sinar yang gemilang
Tak pernah terucap lelah saat ujian datang
Hatinya seluas samudera dalam menerima
Suaranya lembut mengajak kami untuk pulang

Dalam diamnya, ia kuatkan segalanya,
dalam lelahnya, ia sembunyikan luka.
Karena baginya, selama doa masih terucap,
harapan akan selalu menemukan jawab.
