Empat abad silam, lahir seorang ulama besar dari tanah Gowa, Sulawesi Selatan, yang kelak tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama, penyebar ilmu, tapi juga pejuang anti-kolonial, dan tokoh spiritual berpengaruh di dunia Islam: Syekh Yusuf Al-Makassari.
Menempuh perjalanan intelektual ke berbagai pusat keilmuan di Timur Tengah, Syekh Yusuf kemudian tiba di Banten pada abad ke-17 dan menjadi sahabat dekat sekaligus penasihat spiritual Sultan Ageng Tirtayasa. Dari tanah Banten, ia ikut meneguhkan perlawanan terhadap VOC, hingga akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Sri Lanka lalu Afrika Selatan.

Namun pengasingan tak pernah mampu mengasingkan pengaruh pemikirannya. Hingga kini, namanya dikenang sebagai ulama Nusantara yang jejaknya melintasi samudra dan zaman. Dalam rangka mengenang warisan besar itulah, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Agama, BQMI TMII, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Arsip Naaional Republik Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Banten menggelar Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di kawasan bersejarah Banten Lama, Serang, Selasa (28/4/2026).
