IKLAN-IKLAN YANG KITA TONTON

MENGEMBUSKAN KEMISKINAN

Aku menghela kemiskinan di dada
Seberat batu, mengempas ke udara
Sepertinya telah kenyang dengan banyak mimpi
Hingga hari ini
Di atas empuknya harapan semegah permadani
Aku hanyalah pecundang yang sudah sadar kembali
Dari tingginya hasrat, mencakar wajah nilai-nilai kasta
___kasta yang megah, seperti kastil, milik Rapunzel

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Oh, kehidupan ini sudah seperti anak tangga
Yang dipuncak, orang-orang harus terengah
Untuk sampai di atas, lalu menatap ke lebih rendah
Bagaimanakah hatinya berbicara
Tentang hidup hanya perlu ditertawakan
Untuk orang-orang yang mengembuskan kemiskinan

Riau, 2026.

ORANG-ORANG TABAH

Di balik selimut yang hangat itu
Telinga dunia tak bisa mendengar
Tentang keluhnya sepanjang sungai Halmahera
Ia terbiasa tenang di permukaan
Matanya secerah bulan
Tapi mendung terus bekerja
Di dalam dadanya nan serapuh daun jatuh

Kita akan melihat betapa keras bukit di jiwanya
Sungguh rasanya hujan pun tak menembus
Cahaya matahari hanya berhasil pada celah sekecil jarum

Karena telah ada mendung
Hujan di sana jauh lebih riuh
Badainya lebih besar
Tapi, kita hanya diperlihatkan
Betapa indahnya sebuah bukit
Dengan hutan menghijau

Riau, 2026.

IKLAN-IKLAN YANG KITA TONTON

Sebenarnya hidup ini drama atau iklan?
Aku rasa keduanya yang kita lihat
Sekaligus sebagai peran tanpa script
Dunia saban hari menawarkan banyak hal
Orang-orang seperti tersedak
Kefanaan memenuhi tenggorokan
Maka, bagaimana lagi ia akan menelan

Bahkan hingga muntah
Orang-orang masih ingin meraihnya
Sampai napas tersengal
Drama kehidupan terus dimainkan
Tiada henti, tanpa tahu sampai episode berapa

Di atas panggung ini
Tak ada yang bisa berhenti berperan
Kita adalah tokoh utama
Bagi diri sendiri
Lalu siapakah penontonnya
Adalah kita juga
Sungguh hebat bukan

Riau, 2026.

ORANG-ORANG DI BALIK PINTU RAHASIA

Mari saling menertawakan
Di dalam rahasia masing-masing
Sesungguhnya saat berhadapan
Manusia menjadi malaikat pelindung
Bagi orang lain
Saling mengasihi dengan senyuman

Di balik pintu-pintu rahasia
Mereka saling beradu senjata
Menumpahkan kepalsuan
Di tanah yang rebah, tempat serapah tumpah

Di balik pintu rahasia
Mereka melepaskan sayap malaikat
Memuntahkan pujian yang ditelan
Sepahit empedu
Kebohongan jatuh menggelinding

Di dalam pintu rahasia
Manusia akan berubah menjadi versi lain
Entah ia memang sebagai malaikat yang putih
Atau manusia bertopeng hitam

Riau, 2026.

KESEPIAN SEPANJANG SUNGAI

Sebenarnya yang membuat daun-daun berguguran
Di pohon tabah dadaku, adalah kesepian
Menjelma kemarau, lalu membawa angin panas
Di atas ketabahan sesejuk angin berembus
Di telaga yang dikelilingi pohon-pohon

Telah sepanjang sungai
Kesepian mengalir membawa hampa
Pada muara-muara berisi semu
Pusara harapan berputar-putar
Tapi tak mengalir
Sepertinya stagnan di jalan nasib
Memiliki jalan hanya satu arah

Riau, 2026.

Sumber ilustrasi: pawel kuczysinki, bored panda.

Tinggalkan Balasan