Dengan demikian, pembelajaran tafsir metodologis menjadi tidak kalah penting dibanding fikih praktis. Karena pengajaran tafsir dengan metode tertentu, itu bisa menciptakan suasana pembelajaran santri menjadi aktif, baik aktif secara intelektual maupun emosional, sehingga peka terhadap permasalahan sekitar dan cerdas dalam menawarkan ide solutif.
