Ayah menutup pintu
di dalam ibu termangu.
Canda membuncah
di meja tua seorang kawan lama.

Dan kau berdiri
di pucuk gunung
menuding lazuardi
— di mana harapan tersimpan.
Pada subuh yang gigil
aku tersuruk-suruk di kolong
langgar angkring
— sembunyi dari mereka
yang mengajak bernyanyi.
Pada siluet subuh yang resah
anak melambaikan tangan
memanggil-manggil
dengan gumam.
Pada siluet yang lain
perempuan berkacak pinggang
memanggil pulang
yang hendak hilang.
Aku terbangun
mengerjap di pelukan
kita yang hangat;
mimpi itu begitu melelahkan.
