Singkat kata, kelompok garis keras mempunyai skema yang matang dalam menyebarkan paham maupun ideologinya kepada siapa pun untuk ikut dan terlibat dalam misi jihad atas nama agama maupun dengan membawa bendera syariat Islam yang kaffah.
Di sisi lain, yang membuat menarik dalam buku ini adalah bagaimana membuat narasi ilmiah tentang bagaimana infiltrasi ideologi Wahabi-Ikhwanul Muslimin di indonesia. Dimulai dengan sejarah Kanjeng Nabi Muhammad hingga munculnya gerakan khawarij, murjiah, dan mu’tazilah. Dalam kajian ini, aliran atau golongan khawarij mendapatkan porsi sorotan banyak karena gaya berpikir dan sikap keberagamaan yang diambil sedikit berbeda dengan aliran lainnya. Salah satu tabiat buruk golongan khawarij adalah memahami al-Quran dan Hadits dengan hanya secara harfiah dan tertutup, gemar mengkafirkan orang lain dan siapa pun yang mempunyai sikap dan pemahaman yang berbeda, tidak segan-segan membunuh siapa pun yang dikafirkan. Tabiat khawarij inilah persis seperti yang dilakukan oleh golongan Wahabi yang secara tidak langsung menjadi penerus perjuangan khawarij, bisa disebut neo–khawarij. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sejarawan Islam, Hamid Algar, memandang bahwa Wahabi merupakan fenomena khas yang terpisah dari aliran pemikiran maupun gerakan Islam lainnya, bahkan, mengatakan Wahabi tidak termasuk dalam golongan Ahlussunnah wal Jamaah. (Lihat hal, 61)

Oleh karena itu, di akhir tulisan ini, saya sepakat dengan apa yang didawuhkan oleh Gus Mus bahwa ketidaktahuan bisa diatasi dengan melihat, mendengar, dan memperhatikan. Dengan terus belajar yang sungguh-sungguh, sesulit apa pun ilmu yang dipelajari, insyaallah akan dipermudah pemahaman kita secara perlahan. Yang sulit dan menjadi masalah adalah jika orang sudah tidak lagi memerlukan belajar dan mencari kebenaran karena merasa sudah sempurna pengetahuannya dan menganggap diri paling benar. Siapa pun akan sepakat bahwa kebodohan adalah sesuatu yang sangat berbahaya namun jika setiap orang tidak sadar akan bahaya laten kebodohan dalam diirinya sendiri maka akan berakibat fatal untuk individu tersebut. Wallahu A’lam.
