Inilah Naskah Lomba Biografi yang Dikurasi

Naskah-naskah peserta Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren sedang dikurasi. Hingga tenggat pengiriman naskah pada 31 Juli 2026, yang masuk berjumlah 33 naskah. Dari jumlah itu, hanya 29 naskah yang memenuhi syarat untuk dikurasi. Hasil kurasi akan diumumkan pada akhir Oktober nanti.

Seperti diketahui, Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Dunia Santri 2026 yang dimulai dari April dan berakhir pada Oktober. Selain Lomba Penulisan Biografi, ada workshop-worshop jurnalistik dan penulisan kreatif, diskusi-diskusi dan bedah buku, seminar korpus 5000 tulisan santri, pertunjukan seni santri, penerbitan buku, dan puncak festival pada akhir Oktober nanti.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Naskah Lomba yang Dukurasi

 

PENULIS

 

SUBJEK BIOGRAFI

 

M. Khoirul Imamil M Sidiq
Frenki Adi KH Muhammad Idris Djauhary
Syarif Abdurrahman Ustaz Khaerun
Ariel Ahmad Bustomi Rusdi Adi Widiyanto
Rusdi El Umar K Mahdari
Herlina Nyai Fadilah
Makhruf Hidayat Syekh Imam Nawawi Ringinagung
Romario Abuya Muda Waly
Khairul Rizki Abu Ulee Titi
Azzahra Rahnafad Budiman Siti Nurjannah
Mahmud Abdul Ghofur Letnan KH Imam Moebtadi
Sahril Muttakin KH Sahal Mahfudh
Fatimah Fha Muhib Khorul Bariyah
Abbas Abdul Basit Mbah Riyan
Nisratul Naira Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu Mudi)
M. Hikmal Yazid KH Nur Kholis Misbah
Sudirman Gurutta Harisah
Nur Khasan KH Mas’ud Abdul Qodir
Muhammad Royyan Faqih Azhary KH Imam Faqih Asy’ari
Mauliddinho Aditya Waluyo KH Bisri Cholil
Nur Hamidah Harahap Mu’taman Buya
Ilham Islamuddin Ma’ruf KH Ahmad Syadzili Muhdlor
Afwan Yassin TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin.
Zaky Satria Ni Made Suardani
Nur Rohmat KH Mochammad Manshur Hamid
Aldi Nyau KH Abdul Ghofur Memoen
Muhammad Mursyid KH Nachrowi Chasan
Nuriyah Zakaria Kiai Imam Sibawaih El Hasany
Zaky Satria KH Hasyim Asy’ari

Menurut Ketua Panitia Festival Dunia Santri 2026, Beni Satria, banyak yang meminta tenggat pengiriman naskah Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren diperpanjang. Namun, permintaan tersebut tak bisa dipenuhi karena bisa mengganggu agenda yang lain.

“Banyak yang antusia ikut lomba. Tapi apa boleh buat. Bisa ikut lomba berikutnya. Sebab, tahun depan insyaallah juga akan diadakan lagi,” ujar Beni di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Panitia, menurut Beni, sudah menyerahkan naskah-naskah yang dilayak dikurasi kepada kurator pada awal Agustus lalu. Tidak semua naskah diserahkan kepada kurator. Kuratornya adalah sastrawan Jamal D. Rahman, penyair Acep Zamzam Noor, dan dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Novi Diah Haryanti.

Menurut Beni, dari 33 naskah yang masuk, hanya 29 yang dikurasi. Sebab, 4 naskah lainnya terpaksa disisihkan karena tidak memenugi syarat yang ditentukan panitia. Misalnya, jumlahnya kata kurang dari 1.000, padahal persyaratan minimal 2.500 kata. Subjek biografi dari 4 naskah yang disisihkan tersebut sebenarnya cukup berbobot, yaitu KH As’ad Syamsul Arifin dari Situbondo dan Kiai Faizi dari Madura. “Sayangnya, penulisan biografinya tidak cukup memenuhi syarat,” tandas Beni.

Dalam Lomba Penulisan Biografi ini, tugas tiga kurator tersebut mengkurasi dan memilih tiga naskah terbaik. Selanjutnya dipilih juara 1, 2, dan 3. Selain itu, mengkurasi kelayakan naskah untuk dibukukan. Sebab, hasil lomba ini nanti akan dibukukan ke dalam seri buku “Biografi Orang-orang Pesantren” setelah melalui proses penyuntingan. Karena itu, jika yang dikurasi oleh curator adalah naskah aslinya, yang akan diterbitkan menjadi seri buku “Biografi Orang-orang Pesantren” adalah naskah-naskah yang sudah melalui proses penyuntingan.

Salah satu kurator lomba, Jamal D. Rahman, memberi acungan jempol terhadap naskah-naskah yang sedang dikurasi. Menurutnya, berdasarkan naskah lomba ini, banyak orang hebat dari kalangan pesantren di berbagai daerah yang selama ini “tersembunyi”, belum banyak dikenal publik.

“Bagus-bagus naskahnya. Dari lomba seperti ini, kita jadi tahu banyak orang-orang hebat di berbagai daerah yang selama ini kita tidak tahu,” ujar Kang Jamal, panggilan akrab sastrawan asal Madura tersebut. Menurutnya, Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren seperti ini harus ditradisikan dan hasilnya dibukukan. “duniasantri harus terus menginisiasi tradisi yang baik seperti ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan