Islam Indonesia: Islam Ideal atau Islam Realita?

Misalnya saja dalam hal tradisi dan agama yang terjadi di perdesaan, terdapat tradisi selametan desa guna untuk keselamatan desa dari berbagai mara bahaya, seperti bencana alam, berbagai penyakit, dan lain-lain. Biasanya selametan desa dilaksanakan seperti kenduren (masyarakat berkumpul disuatu tempat untuk melaksanakan selametan) dan dilengkapi dengan olahan makanan serta sesajen. Olahan makanannya pun dibagi, ada yang disediakan untuk orang-orang yang berdoa dan untuk leluhur yang telah meninggal.

Mungkin fenomena tersebut terkesan aneh karena mana mungkin orang yang sudah meninggal memakan makanan seperti orang yang masih hidup, sampai-sampai makanan tersebut bisa saja mubazir karena tidak akan ada yang memakannya. Dan untuk sesajen, dilengkapi dengan kemenyan yang dibakar, itu dimaksudkan untuk dipersembahkan kepada para leluhur juga dan asap kemenyan dipercaya sebagai jalur atau perantara apa yang telah disiapkan bisa sampai pada para leluhur.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kejadian yang terkesan janggal tersebut dinilai lumrah oleh masyarakat desa zaman dahulu karena sebelum Islam masuk, mereka menganut animisme dan dinamisme, yang mana mereka memiliki kepercayaan terhadap alam (seperti pohon besar) dan kepada leluhur. Seiring adanya ajaran Islam, selametan desa saat ini telah disertai dengan bacaan-bacaan doa seperti tahlil dan doa-doa lainnya, dengan harapan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar desa dan seluruh keluarga senantiasa diberi keselamatan sekaligus mendoakan para leluhur yang telah tiada. Sedangkan untuk sesajen beserta kepercayaan kemenyan itu, dengan berkembangnya waktu telah mulai terkikis dan beberapa tempat telah tidak melakukannya lagi.

Hal ini membuktikan bahwa Islam di Indonesia disebarkan melalui sistem perdamaian, artinya tidak mengandung pemaksaan. Fenomena yang menjadi contoh di sini menjadikan pemahaman bahwa yang terjadi di masyarakat Indonesia kebanyakan adalah Islam realitas. Telah terjadi akulturasi di dalamnya, budaya masyarakat Indonesia telah bercampur dengan ajaran Islam tanpa menghilangkan tradisi aslinya.

Selain tradisi selametan desa yang menjadi akulturasi budaya dengan ajaran Islam tersebut, masih banyak lagi tradisi di Indonesia yang mengalami akulturasi, seperti dalam upacara perkawinan, kelahiran, kematian, serta tradisi selametan lainnya yang menegaskan bahwa Islam Indonesia adalah Islam realitas.

Tinggalkan Balasan