Islam (Itu) Santai

Karena, dalam menyampaikan sesuatu kita dituntut untuk melakukan relevansi-relevansi dengan zaman. Menangkal kejumudan berpikir dan keterbelakangan dalam bertindak. Sebab, bagaimana pun teks-teks dalam Islam harus dilakukan pengajian ulang untuk menyesuaikan dengan zaman.

Lalu kenapa harus demikian? Karena, diakui atau tidak, dakwah tidak boleh terpaku pada majlis-majlis dan pengajian-pengajian umum. Dakwah harus lewat berlapis-lapis cara. Dan dengan begitu doktrin Islam paling santai akan mudah terwujud.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mengutip pernyataan Syaikh Khudri Bik di dalam kitab Tarikh Tasyri’, ada beberapa konsep dalam dasar-dasar pensyariatan. Pertama, adamul kharaj atau tidak ada paksaan. Begitu pula dalam mengajak pada ajaran agama, tidak boleh ada frasa pemaksaan. Kedua, taqlilu takalif, yaitu meminimalisasi beban. Ketiga, at-tadarruj, yakni bertahap dalam mengajarkan doktrin agama melalui proses sampai dan waktu tertentu.

Terakhir, semua butuh waktu. Segala bentuk proses membutuhkan strategi dan konsep-konsep tertentu. So, ber-Islam secara santai adalah satu dari sekian konsep ekspansi doktrin agama di negeri tercinta ini. Mengingat kita hidup di negara yang plural, tidak mengedepankan golongan sendiri dan harus memikirkan golongan lain. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan