Amal Ikhlas

Di Makkah, sufi besar Abul Qasim al-Junaid memergoki tukang cukur sedang menggunting rambut seseorang. Ia pun bertanya, “Jika karena Allah, bersediakah engkau mencukur rambutku?”

“Aku bersedia,” jawab si tukang cukur. Ia pun menghentikan mencukur langganannya seraya berkata, “Berdirilah, apabila nama Allah disebut, hal-hal lain harus ditunda.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Setelah mencium dan mencukur rambut al-Junaid, tukang cukur masih memberinya segumpal kertas berisi keping uang. “Gunakanlah ini untuk keperluanmu,” ujarnya.

Begitu terkesan, al-Junaid bertekad jika memperoleh hadiah akan diserahkan pada si tukang cukur. Tak lama berselang ia menerima sekantung uang emas dari Bashrah, lantas menemuinya.

Tinggalkan Balasan