Santri tidak boleh lupa bahwa salah satu kejayaan dan kemajuan peradaban Islam di masa lalu salah satunya dimulai dari dunia literasi besar-besaran. Di bawah imperium Abbasiyah Islam kala itu menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia dengan dibuktikan lahirnya berbagai macam buku/kitab dari beragam disiplin ilmu sekaligus. Pastinya, santri harus peka akan peluang untuk mengembalikan kejayaan itu tidak lain dengan cara gebrakan literasi dari pesantren yang sungguh-sungguh, bukan?
Tentu, gebrakan ini bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kerja sama yang ekstra dari seluruh elemen pesantren Indonesia, terkhusus santri sebagai aktor utama. Karena hanya dengan gebrakan seperti ini, secara tidak langsung santri telah melaksanakan tugasnya dengan “jihad ilmiah” sesuai dengan kebutuhan zamannya.

Semoga, pada momentum Hari Santri Nasional 2023 ini kita semua santri bisa maksimalkan dengan baik dalam mengemban amanah untuk mengatasi segala masalah yang dihadapi bangsa ini, hingga akhirnya benar-benar berjihad secara ilmiah sesuai dengan kebutuhan zamannya. Meminjam dawuh KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), “ala al-‘aqili an yakuna ‘arifan bi zamanihi”, bahwa bagi orang yang berakal, cerdik, cendekia, haruslah arif dalam memahami problem zamannnya. Selamat Hari Santri Nasional, mari berjihad bersama untuk jayakan negeri!
