Jilbabisasi dan Urgensi Membangun Toleransi

Menghadirkan lingkungan yang mendukung menjadi suatu hal yang penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadaban. Dengan mengubah skema lingkungan, peserta didik tidak hanya akan merasa nyaman, namun juga merasa bebas untuk mengembangkan ilmu dan pembelajaran yang sudah didapat. Sehingga refleksi yang dihasilkan dapat bersifat lebih alami, dan menuju kemaslahatan umat.

Agenda pendidikan seperti ini didukung oleh napas ideologi negara yang mengutamakan kerukunan serta tindakan kemanusiaan secara adil dan beradab. Jika ditarik lebih dalam, keberhasilan negara dalam menghadapi perubahan dapat diwujudkan oleh pendidikan. Buku Pendidikan Berkebudayaan karya Yudi Latief menegaskan pentingnya pendidikan sebagai elemen pembangunan bangsa. Dengan mengangkat kultur dari dalam negeri, kebudayaan yang ada di Indonesia dapat diadaptasikan dengan teknologi menjadi suatu nilai luhur yang membanggakan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal ini semakin diperkuat oleh SKB 3 Menteri yang mengatur konsep merdeka belajar. Bagaimana para siswa dapat tenang, nyaman, santai, dan memilih apapun sesuai minat belajarnya. Tidak ada gangguan yang membatasi dirinya ataupun dorongan dari pihak luar yang membatasi siswa untuk berkarya.

SKB 3 Menteri merupakan ikhtiar untuk membangun kemerdekaan belajar bagi peserta didik. Konsepsi pendidikan yang dibangun nantinya akan menjadi jembatan untuk menghasilkan sosok yang humanis dan menghargai semua manusia.

Tinggalkan Balasan