Orang-orang melerai kegilaan Mak Atun yang ingin mengambil bayi itu kembali. Pak Yonia tak mengindahkan lolongan Mak Atun. Pak Yonia tetap melangkah pulang, membawa bayi itu pergi. Sementara itu, Mak Atun memekik nyaring, memanggil bayi itu, berharap bayi itu kembali.
***

Pak Yonia memang ayah dari bayi itu, dan ia pula yang menghanyutkan bayi itu ke sungai. Istrinya meninggal saat melahirkan bayi itu, dan Pak Yonia pun menganggap bayi itulah penyebab kematian istrinya. Tiap ia memandang bayi itu, ingatannya kembali pada istri tercinta yang meninggal saat melahirkan bayi itu. Seperti ada pisau yang menancap di dadanya, dan ia ingin melepaskannya.
Ia seolah tuli saat bayi itu menangis nyaring. Ia mengambil sebuah kotak, meletakkan bantal dan selimut dalam kotak itu, terakhir ia menidurkan bayinya dalam kotak itu. Hati nuraninya terasa tertutup rapi, ia melambaikan tangan pada bayinya yang mulai berlayar mengarungi sungai. Barangkali dengan begitu, pikirnya, aku bisa melupakan kepergian istriku.
Namun, setelah kepergian bayinya, bukan ketenangan yang ia dapat, melainkan rasa bersalah yang menghantui. Ia merasa menjadi ayah yang terburuk, telah membuang bayinya sendiri. Tiap malam, ia tak bisa tidur dengan nyenyak. Sebab, memejamkan mata hanya membuatnya melihat kebiadabannya sendiri.
Dan rasa bersalah itu semakin membuncah, tatkala istrinya bertandang ke dalam mimpinya. Istrinya merutukinya. Dalam mimpi itu, sang istri memerintahkan lelaki itu untuk mencari sang buah hati dan membawanya pulang. Ya, ia harus menebus kesalahannya itu.
Pak Yonia pun menyelusuri sungai, bertanya pada orang-orang yang ia dapati di sepanjang sungai, dan saat itulah salah satu orang tahu keberadaan bayinya. Ia mengambil kembali bayinya, membawanya pulang, dan merawatnya dengan penuh cinta.
Ia yakin, istrinya akan ikut bahagia saat ia menimang bayi itu. Bayi itu adalah anaknya, ia tak ingin mengulangi kesalahannya lagi. Ia akan selalu berada di dekat bayi itu, seperti dulu sang istri selalu menemaninya. Ia akan membawa bayi itu ke mana pun ia pergi. Seperti sekarang, ia ingin mengajak sang bayi jalan-jalan ke luar kota.
