Kecoak

Serangga kecil pipih nan ringkih itu, yang sekali diinjak bisa langsung gepeng dan menggelepar, tiba-tiba mengguncang dunia. Itulah kecoak India!

Dalam sebulan terakhir, barisan ribuan, mungkin jutaan, kecoak menggentarkan simpul-simpul kekuasaan di India. Bahkan Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan terpaksa mengundurkan diri. Sang Perdana Menteri, Narendra Modi, menjadi sasaran amarah melalui berbagai poster yang menyesaki kota-kota. Pusat kekuasaan India sedang dirongrong justru oleh para kecoak.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada mulanya adalah Ketua Mahkamah Agung Surya Kant, yang pada medio Mei lalu menyebut anak-anak muda India sebagai kecoak. Anak-anak muda itu, Gen Z, memang sedang frustrasi dengan kondisi negaranya. Mobilitas sosial dan ekonomi mampet oleh bendungan ketidakadilan dan ketaksetaraan. Oleh kekuasaan yang korup dan culas. Untuk memasuki lembaga pendidikan saja sulit, apalagi mencari pekerjaan. Mereka terpaksa luntang-lantung. Mereka kemudian memprotes keadaan secara sporadis, di sana-sini. Telunjuk Ketua Mahkamah Agung kemudian menuding: mereka ini kecoak. Parasit yang menjijikkan.

Merespons tudingan itu, seorang pemuda berusia 30 tahun, Abhijeet Dipke, membuat lelucon di media sosialnya. Ia membuat partai baru yang diberi nama Cockroach Janata Party (CJP) atau Partai Rakyat Kecoak. Singkatannya mirip-mirip dengan partai penguasa, BJP (Bharatiya Janata Party). Begitu diunggah di media sosial, dalam sekejab, Partai Kecoak kebanjiran pengikut. Ribuan lalu jutaan lalu puluhan juta, mengalahkan jumlah anggota partai penguasa.

Tinggalkan Balasan