Tentu bukan partai resmi. Namun, Partai Kecoak akhirnya menjadi rumah aspirasi kaum Gen Z. Ke sanalah kaum muda itu, para kecoak itu, menumpahkan unek-uneknya, meluapkan amarahnya. Tiba-tiba lini masa dibanjiri poster, meme, atau jingle bernada satire yang dialamatkan kepada penguasa. Ribuan barisan kecoak itu juga turun ke jalan, menempel poster di sudut-sudut kota atau membentangkannya.
Alih-alih melawan penguasa dengan garang, dengan kekerasan, mereka justru menggelar aksi dengan damai, tertib, santun. Senjata mereka rupanya humor dan satire, yang mereka bentangkan melalui poster atau jingle atau meme. Mereka sadar, sebagai kecoak, mereka tidak akan menang melawan kekuasaan dengan kekerasan. Mereka justru akan menjadi bulan-bulanan. Humor dan satire itulah senjata mereka. Tapi itulah yang justru membuat keder penguasa, sampai Menteri Pendidikan mengundurkan diri, sampai sang Perdana Menteri tak berani menampakkan diri. “Missing Since 78 Days,” tulis salah satu poster bergambar Perdana Menteri Narendra Modi.

Protes ala Gen Z India, yang disebut kecoak itu, mengingatkan kita pada fenomena sejenis di berbagai tempat lain, pada berbagai kurun sejarah. Ketika kekuasaan begitu mengimpit, ketika kebenaran hanya milik penguasa, ketika suara tuhan adalah suara penguasa, maka rakyat akan membebaskan dirinya melalui humor. Protes atau perlawanan hanya disampaikan melalui satire. Rakyat akan begitu sibuk memproduksi lelucon sambil menunggu waktu jatuhnya sang penguasa.
Tradisi Islam memiliki Abu Nawas dan Nasrudin Hoja, yang begitu banyak memproduksi humor dan satire untuk mengkritik penguasa. Dunia pernah belajar banyak dari buku Mati Ketawa ala Rusia (Russia Dies Laughing: Jokes from Soviet Russia). Buku yang disunting Zhanna Dolgopolova ini menghimpun sekitar 200 lelucon dan anekdot masyarakat sebagai perlawanan terhadap rezim komunis yang otoriter. Indonesia, salah satunya, juga memiliki Gus Dur, yang memproduksi banyak humor dan satire sebagai bentuk perlawanan terhadap otorianisme Orde Baru —sampai kemudian para penguasa jatuh oleh waktu.
