Ini bukan mengada-ngada. Setidaknya, contoh seperti ini pernah terjadi pada teman saya yang mulai ragu dan mengutarakan kepada saya. Boleh jadi, cakupannya bukan hanya teman saya. Kontributor lainpun, karena sulit saya jangkau, juga memiliki pemikiran serupa.
Lantas, bagaimana jalan keluarnya? Admin duniasantri pada (15/7/23) sudah menjawab, syarat pengajuan honor masih seperti biasa, kelipatan lima tulisan. Untuk proses pencairan akan diproses sampai akhir bulan. Saya, hingga tulisan ini dibuat, juga masih klaim honor dan belum cair. Jadi, ya, mohon bersabar, pasti bakal diproses. Kalau ada pertanyaan, langsung saja kontak admin yang tertera, pasti dijawab.

Ini sekadar usulan dari saya pribadi kepada pengurus JDS, supaya informasinya lebih tertata dan jelas. Di laman home duniasantri.co, poster “semarak literasi dunia santri” sebaiknya diperbarui. Memang tidak ada yang salah, karena setiap karya tulis yang dimuat mendapat honor Rp 50.000, tetapi kurang dijelaskan secara spesifik bahwa proses pencairan harus lima tulisan dulu. Dengan ini, tidak ada yang salah tangkap memahami informasi, terkhusus para kontributor baru,
Lebih lanjut, ihwal klaim honor. Honor ini sekiranya bisa lebih dipastikan lagi, lalu ditulis, mengenai proses pencairan; mau dilakukan akhir bulan, pertengahan bulan, atau akhir bulan. Pasalnya waktu bulan Maret lalu, proses pengklaiman saya ditunaikan awal bulan, sedangkan bulan ini hingga pertengahanpun belum tampak hilal. Muara dari usulan ini tidak lebih supaya kontributor jadi lebih tahu dan diberi kepastian.
Uraian tulisan ini dimaksudkan agar menjadi bahan refleksi kita bersama. Saya mengajak semuanya untuk menghidupkan kembali duniasantri yang kini mulai redup. Para kontributor lama, apakah masih mengingat? Pada tahun lalu, sepanjang bulan Agustus, begitu ramai bertebaran tulisan dalam platform ini. Ada yang menghidangkan rekomendasi, pondok, santri dalam tilikan kemerdekaan, dan lain sebagainya. Setiap hari publish lebih dari satu, dan semuanya mengandung unsur novelty.

One Reply to “Kenapa Pijar Literasi dunisantri Redup”