Kedua, menghilangkan hak orang yang lemah. Suara kita mungkin adalah satu-satunya harapan bagi korban yang tidak bisa membela dirinya sendiri.
Ketiga, menjadi “pendukung terselubung. Diamnya kita adalah persetujuan tidak tertulis bagi pelaku kejahatan untuk terus melanjutkan aksinya.

Diam Bukan Lagi Emas
Ungkapan klasik di atas mengingatkan kita semua bahwa berani berbicara demi kebenaran adalah sebuah kewajiban moral yang melekat pada setiap manusia, bukan sekadar pilihan hidup yang bisa diambil sesuka hati. Menjadi saksi dari sebuah pelanggaran lalu memilih scroll terus atau memalingkan muka adalah bentuk dari kejahatan pasif.
Dunia ini tidak hanya rusak oleh ledakan aksi orang-orang jahat, tetapi juga oleh keheningan dari orang-orang baik yang memilih untuk diam.
Mesir, 19 Juni 2026.
