Ketika Mahasiswa Jepang Belajar Budaya Indonesia di UI

Dalam sambutannya, perwakilan Direktorat Kebudayaan UI, Eko Sulistiyo, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme para peserta.

“Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah bagi mahasiswa TUAT. Seni, seperti gamelan dan tari Bali, merupakan bahasa universal yang dapat menyatukan perbedaan. Workshop ini menjadi wujud nyata diplomasi budaya yang menunjukkan bahwa seni Indonesia mampu menginspirasi generasi muda dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dari bidang pertanian dan teknologi,” ujarnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada sesi pertama, workshop difokuskan pada gamelan Jawa. Para peserta dengan penuh semangat belajar memainkan instrumen seperti saron, bonang, dan gong, dipandu oleh Dr. Ari Prasetyo. Mereka tidak hanya mempelajari teknik memukul instrumen, tetapi juga memahami filosofi di balik alunan musik yang lembut namun penuh harmoni tersebut.

Memasuki sesi kedua, suasana berubah menjadi lebih dinamis saat para mahasiswa belajar Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat dari Bali. Di bawah bimbingan penari profesional, mereka mempelajari gerakan dasar seperti ngelo, agem, dan seledet (gerakan mata). Meskipun pada awalnya gerakan terlihat kaku, keceriaan dan gelak tawa mewarnai proses belajar ketika mereka mencoba menirukan gestur anggun penari Bali.

Tinggalkan Balasan