Alangkah panjang ini penantian
Alangkah dangkal muara perjumpaan

Alangkah sayup senandung syairan
Sesayup jejakmu, jauhi kegaduhan
Aduhai Ahmad Mustofa Bisri
Ke Multazam, ratapmu bersurai
Kecupan hangat rindu bersemi
Kekasih hati kekasih sunyi
Kaukah tembang gandrung kalbu
Ketukan senyap nada sendu
Kaukah kasih berkerudung biru
Ke muka pintu seangin lalu
Bilalah benar kabarkan padaku
Biar kutulis kisah untukmu
Bilalah tidak isyaratkan padaku
Biar kutumpahkan puisi rinduku
Lirik mahabbah sendu beralun
Lili kelopak di pagi berembun
Lirik cinta tak kuasa kususun
Lirik dan nada terasa ngungun
Ke dalam diri nada dan lagu
Khusyuk menderas putih cintamu
Kepada ibu batinku berseru
Kenapa cintaku b’rujung pilu
Akulah tembang laras ibunda
Api cintaku menyala-nyala
Asapi pandangan penuh ra’hsia
Antarkan kasih pinangan Kanda
Tapi siapa tasbihkan samsara
Tak ‘kan perih beserpih di dada
Terasa lara mendera jiwa
Tinggallah aku semakin fana
Kekasihku, di jalan ada perjumpaan dan sua kembali.
Tetapi kita berjalan sendiri-sendiri.
Kubawa ragaku menempuh kemegahan Suluk,
dan kamulah tembang laras Suluk itu.
Kau mengira aku pergi,
padahal aku mengembara di dalam dirimu[6].
Kita ‘kan terus nadhomkan cinta
Kinanti usia nyala asmara
Kemana mesti kedipkan mata
Ketika cinta berujung duka
Biarlah diri jauh mencari
Berselempang sorban sulaman diri
Betapa, Ahmad Mustofa Bisri
Berat meniti kesunyian hati
Ya, Ahmad Mustofa Bisri
Ke Multazam, ratapmu suci
Basah kecupan rindu bersemi
Cintamu derai kasihmu sunyi
Surat cintamu putih berserat
Susuri diri di malam k’ramat
Serak dan parau tiadalah nikmat
Sendulah kalbu ditinggal hasrat
Maka biarlah kekasih hati
Meskipun lebam luka di diri
M’rana sendiri hari jalani
Menembus lapis musim berganti
Ibu, kau tahu rahasia buyung
Ilahi bersuar iringi jantung
Isyaratkan bagi diri bingung
Inikah kehendak Ilahi Agung
Ibu Kaulah gua teduh
tempatku bertapa bersamamu sekian lama
Kaulah kawah dari mana aku meluncur dengan perkasa
Kaulah bumi yang tergelar lembut bagiku
melepas lelah dan nestapa gunung
yang menjaga mimpiku siang dan malam
mata air yang tak brenti mengalir
membasahi dahagaku telaga
tempatku bermain berenang dan menyelam.[7]
Adikku gandrung dan terluka
Akan bersua kekasih jiwa
Arifi gerak g’lombang asmara
Akankah cinta jadi angkara
Wahai Ahmad Mustofa Bisri
Ke Multazam, ratapmu suci
Basah kecupan rindu bersemi
Cintamu menderai kasihmu sunyi
Asytaghfirullah Robbal baroyah
asytaghfirullah minal khotoyah
Robbi zidni ‘elman nafi’a
Wawafiqni ‘amalan maqbula
Ya, Allah huya Muhammad
Ya, Abu Bakrinissidiq
Ya, ‘Umar Utzman wa’ali
Sitti Fatimah binti Rosuli
Dengan berbunga kubawa raga
Dekaplah wahai belahan jiwa
Denyut cintamu mrasuk sukma
Dikaulah mawar mekar di dada
Langitku biru lautku biru
Luhur kasihmu, wahai istriku
Luruhkan cokelat layu kalbuku
Lekaslah sayang, peluklah aku
Perahu cintaku tak retak lagi
Pusaran gelombang tiada arti
Pupus asmara kenangan menepi
Perih di nadi sudah terobati.
[1] Kitab Tafsir Al-Ibriz atau al-Ibrîz li Marifat Tafsîr al-Qurân al-Azîz adalah kitab tafsir al-quran yang ditulis oleh Mbah Khlil Bisri, ayah Ahmad Mustofa Bisri. Adapaun kandungan dalam kitab tafsir Al-Ibriz adalah tafsir terhadap surat-surat dan ayat-ayat al-quran dengan penulisan bahasa Jawa.
[2] Gus Mus adalah panggilan akrab Kiai Ahmad Mustofa Bisri. humanis.
[3] Kiai Mahrus Aly adalah ulama terkemuka Indonesia yang lahir di dusun Gedongan, kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dari pasangan KH Aly bin Abdul Aziz dan Hasinah binti Kyai Said, 1906 M.
4] Inul atau Inul Daratista adalah penyanyi dangdut Indonesia. Penyanyi yang dikenal dengan goyang ngebor ini menunai kontoroversi. Di tengah-tengah kontroversi itulah, Gus Mus menggelar pameran lukisan dengan judul “Berdzikir Bersama Inul”. Lukisan dipamerkan di ruang Ash-Shofa Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, Jawa Timur.
[5] Batsul Masail adalah forum yang membahas suatu permasalahan yang berkaitan dengan persoalan hukum (fiqih) dan masalah-masalah keagamaan (al-masailud-dinyah)
[6) Dikutip dari Serat Chentini
[7] Dikutib dari Puisi “Ibu” karya Ahamd Mustofa Bisri
