KI SARUDIN DAN PISAU JAGAL

ujung meruncing membandingkan ingin
dengan rasa panas dan dingin

di batu asahan merah
ayah melintaskan beragam mimpinya

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

dengan olesan air tempayan, sabit digosok maju-mundur
seolah menajamkan semangat biar tak kendur

sebelum ke sawah, ada basmalah sebelum langkah
biar jalan kering atau basah, hidup mesti berkah

seraya berkiblat ketajaman sabit itu
rumput diarit dan dikumpulkan ke palung dadanya yang piatu

:beternak untuk masa depan
adalah menggosok mata sabit ke batu asahan

Gapura, 2021

KI SARUDIN DAN PISAU JAGAL

pisau bergagang kayu yang tergenggam tangan tua itu
jadi tapal batas hidup dan mati
puluhan binatang yang takluk pada janjinya sendiri

telah mengurat dalam kilaunya
sisa darah dari leher sapi, kambing, dan ayam
saksi napas terakhir yang terlepas ke garis batas

mata tua itu menyaksikan sendiri
regang binatang di detik kematian
ketika tak ada kata-kata bisa mewakili sebuah teriakan

Tinggalkan Balasan