tangan tua itu gemetar menaruh pisau di laci
roh puluhan binatang itu seperti pulang dan bermukim di batangnya
menagih tubuhnya kembali sebelum karam matahari.
Bungduwak, 2021

LAMPU DAN KOTA
lampu dan kota terus bersitatap di balik keramaian
keduanya membagi cahaya pada tembok tua penuh grafiti
grafiti dengan gambar absurd berupa tikai kuas membentuk separuh bunga
warnanya menyatu dengan kulit pengemis yang menemani bulan di trotoar
ada laron bermunculan dari mata sayu bocah-bocah pengamen
yang menabuh tubuhnya sendiri untuk musik hidup yang parau
tampak gerak halus daun bonsai yang tak pernah berterima kasih kepada angin
mungkin jenuh oleh jerit kendaraan yang tak selesai berbicara hidup
lampu dan kota bercakap singkat sebelum subuh tiba mengantar fajar ke jendela
dirangkumnya percakapan itu pada bentang sayap kelelawar yang lupa hutan
keduanya juga membuat kesepakatan untuk saling setia merampungkan waktu
sebelum waktu itu tak dikenal arloji dan jam pada suatu hari yang tak bermatahari.
Gapura, 2021
