Kiai Ujang dan Metode Dakwahnya

Sejak usia 8 tahun, Kang Ujang sudah mengenyam pendidikan di pesantren. Pertama kali menginjakkan pendidikan agama (nyantri) di Pesantren Kempek, Cirebon, selama 7 tahun. Setelah itu, Kang Ujang mondok di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri, lalu di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur.

Dari Jawa Timur, Kang Ujang berpindah ke daerah Jawa Tengah. Ia pernah nyantri di salah satu pesantren di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah. Saat itu, pengasuh pesantren tersebut adalah KH Ishaq al-Hafidz. Kiai Ishaq ini tergolong ulama yang ahli hikmah. Kang Ujang menyerap ilmu di sini selama dua tahun. Terakhir, Kang Ujang nyantri di Pesantren Al-Hikmah, Benda, Sirampog, Brebes. Di sini Kang Ujang takhasus menghafalkan Al-Quran dari tahun 2000 hingga 2004.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Metode Dakwah Ekstrem

Berbeda dengan dengan para kiai lainnya, metode dakwah Kang Ujang terbilang sangat unik sekaligus ekstrem. Bagaimana tidak? Dakwah untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dilakukan dengan gerakan memberantas dukun-dukun santet yang sering menyakiti banyak orang.

Hampir dalam setiap video yang diunggahnya dalam kanal YouTube, Kang Ujang sering mengajak para sokbeker (istilah yang diucapkannya untuk menyebut subscriber) untuk selalu memperbaiki salat, memperbanyak selawat, lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan jangan takut pada dukun-dukun santet dan setan belek.

Kata-kata yang khas yang sering dilontarkan adalah: “Jangan pernah takut kepada dukun santet, setan belek, setan engklek, setan kepecirit, kepret bae lah, Kalakaku. Takutlah hanya kepada Allah. Memintalah kepada Allah.”

Ungkapan-ungkapannya yang terkesan lucu tersebut membuat para subscriber mendapatkan kebahagiaan tersendiri dalam melihat konten-kontem YouTube Kang Ujang. Kanal YouTube Kang Ujang memiliki kurang lebih 5,72 juta subscriber.

Tinggalkan Balasan