KIDUNG LUKA NEGERIKU

BUNYI OMPRENG

Teng… teng… teng…
Clang… clang… clang…

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sungguh riuh ompreng yang saling beradu,
menggema hingga menenggelamkan sunyi.
“semua ini demi kemerdekaan!!!!” gelegar orang berdasi

“kemerdekaan macam apa???” tanya orang-orang bertopi jerami
Seompreng hidangan datang dengan harga yang begitu mahal

Hingga seluruh dunia menyaksikan kekenyangan ini.

Bukan tentang perut anak bangsa, melainkan kenyangnya perut penjajahan.

KEDAULATAN

Kedaulatan
tidak mati oleh peluru.

Ia mati
ketika sebuah bangsa
lebih bangga
menadah tangan

daripada
menanam benihnya sendiri.

DOA BANGSA

Kepada Sang Hyang Wenang,
Sang Hyang Tunggal,
Sang Hyang Jagadnata,

jangan biarkan kami
kehilangan negeri,

bukan karena perang,
melainkan karena kami tak mampu melindungi

Jangan biarkan sepiring kenyang hari ini
menjadi harga bagi matinya negeri kami.

 

UNGGAH UNGGUH NEGERI

Hampir punah sudah unggah-ungguh negeri ini
Telah gugur sudah harga dirinya hari ini
Dikafani oleh tangannya sendiri

Sebuah bangsa tak lagi tegak di atas kakinya sendiri

Mirisnya negeri ini melahirkan penjajah dari rahimnya sendiri

 

TEMBANG KESEDIHAN NEGERI

Dengarkanlah kidung duka dari tanah yang dahulu luhur.

Hampir sirna unggah-ungguh negeri ini.
Wibawa yang diwariskan leluhur kini luruh di hadapan dunia.

Bangsa yang dahulu berdiri, kini belajar menunduk di tanahnya sendiri.

Bukan pedang asing yang merobohkan kehormatan kami,

melainkan tangan-tangan sendiri yang menjual mahkota negeri.

Sumber ilustrasi: TikTok.

Tinggalkan Balasan