Kisah Mazhab Empat Pilar

Singkatnya, beliau berfatwa demi menegakkan agama Islam. Tak jarang, banyak ahli fikih di masanya mengahasut dan meminta pemerintah untuk menghukum Abu Hanifah. Puncaknya, beliau dipenjara. Bliau disiksa setiap kali menolak jabatan yang ditawarkan oleh pemerintah. Puncaknya, ketika kesehatannya semakin melemah, beliau karena diracun khawatir perlakuan pemerintah bocor ke khalayak umum (hal 45).

Kedua, Imam Malik. Beliau menghabiskan seluruh hidupnya di kota Madinah. Lahir, tumbuh, belajar, dan mengajar di Madinah. Jika ada perihal yang membuatnya keluar Madinah, maka tak lain adalah dalam rangka melaksanakan ibadah haji. Kecintaanya kepada kota Nabi membuatnya bertahan meski beliau harus menerima siksaan dari penguasa karena perbedaan hukum fikih.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kehidupan yang seringkal bertentangan denganpemerintah tidak menyusutkan niatnya untuk memberi fatwa kepada mereka. beliau tetap memberi masukan kepada pemerintah pada musim haji.

Selama kurang lebih 30 tahun, beliau tidak terpisah dengan ulama ahli fikih. Dari mereka, beliau menerima, meneliti, memeriksa sanad, dan memelajarinya untuk beristinbath atas kasus-kasus baru. Dari mereka, beliau belajarAl-Quran dan hikmah. Ia bertafakur tentang penciptaan langit dan bumi serta hal ikhwal manusia serta mempelajari berbagai hubungan muamalat. Hasilnya, beliau mempunyai pandangan khas dan bersikap mandiri dengan pandangannya (hal 61).

Ketiga, Imam Syafi’ie. Beliau merupakan ulama yang sangat cerdas. Meski begitu, beliau pernah menjadi pejabat pemerintah di daerah Najran, Yaman. Beliau berlaku adil dan bijak, namun difitnah oleh penguasa Najran dan disebut sebagai pemberontak terhadap pemerintah hingga beliau mendapat hukum pancung dari Harun ar-Rasyid. Beliau dituduh sebagai kelompok Alawiyyin yang mendukung Ali.

Bukan tanpa alasan kenapa Imam Syafi’ie sayang dan cinta kepada keluarga Ali. Karena Ali merupakan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad saw. Beliau mengakui sangat mencintai Ali, namun beliau menolak termasuk atau terlibat dari golongan Alawiyyin.

Tinggalkan Balasan