Kisah Sepatu dan Refleksi Diri

Meskipun saya tidak menemukan esensi cerita dari “Yang Merawat Kehidupan,” oleh Nuribi Hariyanto, tetapi cerpen ini melukiskan beragam kisah yang rumit. Mbok Salamah, tokoh utama yang sendiri di masa senja, harus menelan pil pahit ketika kerinduannya terhadap Ramadan, anaknya yang merantau, harus terkubur. Meskipun tidak secara tekstual disebutkan, tetapi dari indikasi dialog dan alur cerita, virus corona menjadi penyebabnya. Kisah oleh Nuribi Hariyanto ini terkesan rumit. Saya harus membaca berungkali untuk memahaminya. Tetapi, klimaks dari kisah ini benar-benar tidak terduga. Sebuah kisah yang inspiratif, sekaligus perlu renungan imajinatif.

Dan Sepatu pun Menertawakanku, adalah kumpulan cerpen yang kaya akan kisah dan sangat inspiratif. Sebagai seorang santri, alumni santri, pemerhati santri, dan kontibutor duniasantri.co, selayaknya membaca buku ini. Apa kata dunia (duniasantri.co?) jika kontributor saja tidak membaca buku ini? Sebenarnya masih banyak topik-topik pilihan yang dibahas di buku ini. Namun tidak selayaknya saya ujarkan, karena membaca langsung kisah di dalamnya akan lebih memberikan pengalaman yang lebih dahsyat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Buku dengan ketebalan ix + 285 halaman, ukuran 13 x 20,5 cm, sangat proporsional, dan terlihat luxs. Diterbitkan oleh Yayasan Jejaring Duniasantri, Agustus 2020. Masih hangat untuk dibaca dan dinikmati, apalagi saat sedang santuy di rumah karena dampak covid-19. Buku yang recomended untuk dibaca dan dapat dijadikan referensi, serta dapat dijadikan refreshing di saat jenuh oleh pekerjaan.

Ingin mendapat suasana lebih? Tidak akan berlebihan jika saya merekomendasikan Anda untuk membaca buku yang cukup tebal ini. Meski tidak semuanya, setidaknya banyak dari kisah ini yang membangun kisah rekaan kepesantrenan. Ada banyak topik yang yang diangkat oleh penulis yang sudah malang melintang di dunia per-cerpen-an. Itu artinya, yang menurut Mohamad Sobary, Esis, (dalam endors buku ini) mengatakan bahwa “Semangat menertawakanku diri sendiri dan kerendahan hati sosok pribadi yang tak mungkin untuk direndahkan.”

Sementara menurut Hasan Aspahani, sastrawan, (dalam endors buku ini juga) mengatakan bahwa “Santri dan duniasantri bisa jadi sumber pemasok cerita dan inspirasi besar bagi bangsa ini.” Sudah selayaknya kita bernostalgia dan ber-muwajjahah dengan buku yang penuh hikmah dan memberikan pengalaman membaca yang dahsyat. Wallahu A’lam!

Tinggalkan Balasan