Bangsa Indonesia harus melakukan restorasi amnesia sejarah agar tak kehilangan arah dalam menyongsong masa depan dunia yang penuh gejolak.
Hal tersebut diungkapkan sastrawan Jamal D Rahman dalam orasi kebudayaan pada acara Semaan Puisi dan Haul Sastrawan 2025 di gedung Makara Art Center Universitas Indonesia (MAC UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (28/10/2025) malam.

Kang Jamal, panggilan akrabnya, menyampaikan orasi budaya berjudul “Asrul Sani: Jalan Wasatiah Kebudayaan Indonesia”. Kang Jamal melakukan studi retrospeksi terhadap sosok sastrawan Angkatan 45 Asrul Sani. Menurutnya, Asrul Sani memiliki perang penting sebagai peletak dasar dan pengembangan sastra modern di Tanah Air.
“Sayangnya, peran penting Asrul Sani ini justru dilupakan. Tak diingat oleh bangsa Indonesia setelah generasinya,” kata Kang Jamal.
