Kitab Burdah, Kitab Selawat Penuh Keramat

Kuda dalam mimpi raja tersebut merupakan perlambang sahabat Nabi SAW yang di masa-masa selanjutnya mampu menaklukkan dan mengislamkan Kerajaan Persia berikut dengan penduduk negerinya.

KH Kuswaidi Syafi’i menjelaskan bahwa itu semua merupakan perlambang bahwa kelahiran Sang Nabi adalah terbitnya cahaya. Tidak mungkin cahaya dan kegelapan dapat hidup berdampingan. Cahaya akan selalu menyinari kegelapan sehingga tidak ada satu pun secercah titik yang gelap.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain itu, Nabi Muhammad SAW adalah seseorang yang dapat menyembuhkan beragam penyakit, entah penyakit jasmani atau rohani. Hal tersebut tergambarkan dalam bait yang ke 85. “Betapa sering telapak tangan Sang Nabi menjadi sebab bagi kesembuhan orang yang sakit. Betapa sering juga telapak tangan Sayyidul Wujud itu membebaskan orang dari belenggu dosa-dosa.”

Maksudnya ialah bahwa Nabi merupakan dokter paling dokter di antara seluruh dokter yang ada di dunia ini. Baik dalam pengertian secara lahiriah maupun batiniah.

Misalnya saat di Perang Badar, Abu Jahal menebas tangan Mi’wadz bin ‘Afra. Tak tanggung-tanggung, tangan tersebut betul-betul terputus menjadi dua bagian. Mi’wadz lalu membawa potongan tangan itu dan menghadap pada Kanjeng Nabi. Oleh beliau langsung disambung sebagaimana semula, tanpa cacat sedikitpun.

Data Buku

Judul Buku      : Airmata Darah untuk Pangeran Madinah, Sebuah Syarah Ringkas terhadap Kitab        Burdah.
Penulis             : KH Kuswaidi Syafi’i
Penerbit           : DIVA Press
Cetakan           : Pertama, April 2022
Tebal Buku      : 360 halaman

Tinggalkan Balasan