Kotoran Burung

Sobri adalah gabungan antara karakter pasir yang sangat mudah menyerap air, dan tanah lempung yang mampu mengikatnya dalam waktu yang relatif lama. Apa saja yang masuk ke dalam hidupnya, entah itu nasihat, pertanda, simbol, omongan, gunjingan, dan bahkan semilir angin yang tidak biasa pun, akan dia tangkap dan mengendap dalam pikirannya. Lalu dengan proses itu, ia membawa Sobri kepada level kesadaran yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Pernah suatu kali, saat ia tengah berjalan santai menuju sepetak sawah garapannya, tepat di sebelah belokan warung Lik Sali, segumpal kotoran burung mendarat tepat di kepalanya. Sontak dia yang kaget dengan kejadian itu, meraba kepalanya, lalu dengan jemarinya mengulik gumpalan yang masih hangat tersebut.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tidak sampai di situ, ia lalu memastikan “hakikat” benda tersebut dengan menciumnya. Seketika itu pula dia sadar bahwa dia tengah diberikan pertanda. Isi kepalanya merangkak-rangkak ke berbagai sudut untuk merangkul kemungkinan dari makna pertanda tersebut. Otaknya mulai menggelitikinya dengan berbagai pertanyaan tentang kotoran tadi: kenapa, dari sekian banyak manusia yang lalu lalang di jalan ini, dia yang dipilih untuk “merasakan” kotoran tersebut?

Tinggalkan Balasan