Krisis Otoritas Moral di Era Viral

Mengapa ini penting? Karena krisis otoritas moral bukan sekadar soal siapa yang kita dengar, tapi juga siapa yang kita jadikan panutan. Ketika masyarakat lebih menghargai suara yang ramai ketimbang suara yang jernih, maka kebisingan akan selalu menang dari kebijaksanaan. Ini berbahaya, karena kebijakan yang diambil atas dasar popularitas hampir selalu mengabaikan kedalaman dan konsekuensi jangka panjang.

Lalu, apa yang bisa dilakukan? Pertama, publik perlu belajar untuk bersikap lebih kritis dalam menyerap informasi. Kredibilitas harus kembali menjadi tolok ukur utama, bukan jumlah pengikut atau gaya bicara yang memikat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kedua, para intelektual dan pemegang otoritas moral harus berani hadir ke ruang publik dengan bahasa yang komunikatif, tanpa kehilangan kedalaman. Terakhir dan yang paling sulit, kita sebagai individu harus menata ulang orientasi kita terhadap kebenaran: apakah kita mencarinya untuk benar-benar mengerti, atau hanya untuk merasa benar?

One Reply to “Krisis Otoritas Moral di Era Viral”

Tinggalkan Balasan