Hari itu Caping Gunung dan Maumere benar-benar bergaung di panggung dunia. “Bangga rasanya bisa berada di tengah masyarakat dunia tanpa kehilangan jati diri dan identitas kultural. Apalagi dapat menjadikan budaya bangsa sebagai sarana perajut dunia,” ujar Al-Zastrouw, pentolan Ganjur, kemarin.
