Lagu Caping Gunung dibuat dalam dua komposisi: versi langgam yang lembut mendayu dan versi sragenan yang dinamis. Penampilan Ganjur diiringi penari latar, Eci, yang menginterpretasikan syair dan musik dengan gerakan tari, sehingga suasana menjadi semakin hidup.
Penampilam Ganjur mendapat respons dan apresiasi yang cukup tinggi dari penonton. Hal ini terjadi karena Ganjur membawa gamelan sebagai pengiring. Instrumen yang aneh dan unik di mata peserta yang rata-rata menggunakan perkusi, petik, dan tiup.

Penonton sudah berdecak kagum saat vokalis Ganjur, Chris Verani, membuka lagu dengan “bowo” (pembuka) yang mendayu. Suasana hening saat lagu versi langgam dibawakan. Mereka seperti terhanyut dalam alunan nada yang lembut dan mistis.
Applaus meriah diberikan ketika ritme berubah menjadi gaya sragenan yang dinamis. Suasana langsung berubah dari hening ke riuh dengan tepuk tangan dan tarian.
