MASA DEPAN TAK PERLU KAUCEMASKAN
Sebelum senja redup di hadapan mata
ada seseorang meninggalkan sebuah kata
“masa depan tak perlu kau cemaskan” katanya
sedang polusi udara hari ini makin memburuk cuaca

Masa depanku terbuat dari kaca
berkilau ke segala penjuru kota
tapi aku gampang rapuh
terbentur sedikit patah
Musim yang pancaroba
kerap kali membawa iba
melalui ketukan semilir angin
aku berharap tak terlalu banyak ingin
Oleh karena itu, aku tahu;
masa depan memang tak perlu dicemaskan.
Yogyakarta, 2023.
KENOPSIA
ada yang berserakan di kepalaku
mungkin terbuat dari polusi cinta
yang gagal menghijaukan cemas
karena peradaban makin panas
sedang di kepalaku
ada sungai beku
yang nyaris dikotori bahan baku
seperti halnya limbah rindu
