MENDIKTE TAKDIR
Malam mengetuk pintu rumah
Rembulan berkilau di atapnya
Angin menerobos jendela kamar
Berhenti membuatku mengangut
Membasahi bibir
Mengeja-ngeja namamu

Tepat di malam itu…
Doa-doa telah menyeruak ke langit
Melampaui garis takdir
Seperti sedang menegosiasi Tuhan
Untuk meng-ijabahkan doaku
Begitulah aku menjalari waktu
Untuk mengetuk pintu hatimu
Dengan mengetuk hati Tuhanku
Seperti malam yang mengetuk pintu rumahku
Melepas malam yang pekat
di ranjang peraduan bersamamu
Bangkalan, 06 April 2021.
LENGKARA
Pada anak waktu
Di dalam ruang yang sunyi
Ia menyelinap ke dalam hatiku
Mengetuk pintu yang purba
Di paksa menenggak kembali
Air ludah yang kusudahi.
Sebagaimana ludah
Yang tak ingin kujilat lagi
