LKK PWNU Jatim Gelar Ngaji Ramadan

Selama bulan Ramadan 2026 ini, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LKK PWNU) Jawa Timur menggelar pengajian bertema keluarga sakinah.

Melalui pengajian ini, LKK PWNU Jawa Timur berharap nilai relasi mubadalah tidak hanya dipahami secara teoretis, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan keluarga Muslim sehari-hari.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kegiatan ini menyasar keluarga Muslim, khususnya pasangan suami-istri dan keluarga muda, para santri dan santriwati, serta keluarga besar pengurus PW LKK di seleuruh indonesia. Fokusnya adalah memperkuat pemahaman keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan rumah tangga dan lingkungan pendidikan.

Mengingat luasnya wilayah sasaran peserta, pengajian ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Pengajian dilaksanakan tiap Senin hingga Sabtu pukul 14.00–15.00 WIB. Pengajian ini sudah dimulai sejak 23 Februari dan akan berakhir hingga 11 Maret 2026.

Untuk memperluas jangkauan dakwah, kegiatan ini juga disiarkan melalui TV 9 Nusantara serta kanal YouTube resmi, sehingga dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah.

Pengajian bertema “Relasi Mubadalah kunci Keluarga Maslahah, Kajian Hadis Nabi ﷺ” ini menggunakan kitab as-Sittin al-‘Adliyah karya Kiai Faqihuddin Abdul Kodir sebagai rujukan utama. Melalui pembahasan hadis-hadis Nabi, peserta diajak memahami konsep relasi mubadalah sebagai kemitraan yang saling menghormati dan menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam keluarga.

Dengan merujuk pada kitab tersebut, pengajian ini menghadirkan beberapa narasumber berkompeten di bidang keilmuan agama dan isu keluarga, dengan sistem pembagian jadwal yang terstruktur setiap pekan.

Menurut Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LKK PWNU) Jawa Timur, KH M Isa Anshori, pengajian ini digelar berangkat dari semangat memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia dan pentingnya membangun relasi keluarga yang adil dan harmonis.

“Ramadan adalah bulan yang ideal untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia, termasuk dalam konteks keluarga. Relasi mubadalah yang seimbang dan harmonis antara suami-istri merupakan fondasi utama bagi terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrohma,” ujarnya.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan