“Luka mana yang lebih meriah dari luka kita?”
LUKA DI BALIK PUNGGUNG

Dalam sisa-sisa kerinduanku pada wujud di balik sayap-sayapmu.
Kau berbalik memunggungi segala yang telah kita bangun.
Ujung jari kakimu menerjang angin.
Lututmu mengayun indah mengiringi pergelangan kakimu yang tampak menjauh.
Sebelah tubuhmu menyertai sebelah tubuh yang lain.
Dengan begitu anggun melangkah.
Meninggalkan aku yang berdiri di belakangmu dengan pasrah.
Aku bertanya pada diriku, siapa yang salah?
