Sementara itu, Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan dalam sambutan tertulisnya, menegaskan, kemenangan dalam momen Idulfitri yang baru saja kita rayakan mengingatkan pada satu esensi kehidupan yang penting: jadilah seorang pemenang, bukan sekadar penakluk.
“Jika seorang penakluk merasa bangga karena berhasil menundukkan orang lain atau dunia di sekitarnya demi memuaskan ambisi, maka seorang pemenang sejati merasa bersyukur karena ia berhasil menundukkan hawa nafsu dan egonya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, mahkota kemenangan di hari yang fitri ini bukanlah tentang seberapa besar kita menguasai apa yang ada di luar sana, melainkan seberapa utuh kita berhasil menguasai diri kita sendiri untuk kembali kepada kesucian hati.
Dalam diskusi kebudayaan yang dipandu oleh Dr. Ngatawi Al Zastrouw ini, Hendrajit sebagai pengkaji geopolitik dan Direktur Eksekutif The Global Future Institute, menyampaikan bahwa makna menjadi pemenang tanpa menaklukkan dari sudut pandang geopolitik penting karena bisa membuat kita peduli pada tiga hal: kenal diri, tahu diri, dan tahu harga diri.
