Sementara itu, Dr. Ali M. Abdillah, MA., yang merupakan seorang akademisi, ulama, dan tokoh Nahdlatul Ulama, menjelaskan konteks menjadi pemenang tanpa harus menjadi penakluk dalam persepsi sufi.
Sedangkan, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Dr. Untung Yuwono yang hadir dalam acara ini diminta menjadi penanggap dalam diskusi ini. Untung tertarik dengan hadis dari Rasulullah Muhammad SAW yang menyebut tentang tuntutlah ilmu walau harus sampai negeri China.

Dari pengalamannya yang pernah mengunjungi China, ia terkesan dengan karakter bangsa China yang menganggap bangsa lain sebagai insan yang sejajar, dan sifat tersebut tidak ditemuinya dari bangsa Amerika yang sekarang dipimpin Donald Trump. Ia juga berharap bahwa bangs akita saat ini memiliki kepercayaan diri untuk merasa sejajar dengan bangsa lain, tidak perlu menunduk-nunduk pada bangsa lain.
Pada sesi meditasi, Dr. Turita Indah Setyani mengajak hadirin untuk bermeditasi dengan mengaplikasikan apa yang disebut dalam filsafat Jawa “Ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake” yang berarti berjuang tanpa pasukan dan menang tanpa merendahkan atau mempermalukan lawan.
