Maknani Kitab Kuning sebagai Journaling

Kitab Kuning, Eksis Hingga Kini

Dalam konteks kehidupan pesantren, terutama pesantren-pesantren salaf, kitab kuning menjadi rujukan wajib dan utama untuk dipelajari. Ia juga menjadi penanda terhubungnya sanad keilmuan seorang santri. Sebagaimana dalam bangku sekolah dan perkuliahan yang menjadikan buku-buku pemikiran teoritikus sebagai bahan ajar wajib. Begitu pula posisi kitab kuning dalam proses pembelajaran dan transmisi ilmu dalam madrasah diniyah dan pesantren. 

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Letak kekhasannya, santri bukan hanya mengandalkan membaca dan mempelajari untuk membangun pemahaman, namun juga membacakan surat Al-Fatihah kepada muallif kitab tersebut sebelum mempelajarinya. Selain untuk takzim kepada pengarang, tentu saja hal ini berkaitan dengan ngalap barokah, agar hati dan pikiran terbuka ketika menerima pengetahuan dari kitab tersebut. Pengarang kitab, dengan segala cerita kemukjizatannya ketika proses kepengarangan, tentu menjadi hal sakral dan memiliki posisi tersendiri.

Kisah Syekh Ahmad Shonhaji dalam penulisan kitab Jurumiyah (gramatikal Arab), misalnya. Dikisahkan bahwa Syekh Shonhaji membuang hasil karangannya tersebut ke laut untuk menguji kebermanfaatan kitab karangannya.

“Jika kitab ini bermanfaat, meskipun saya buang ke laut ia tidak akan basah dan akan kembali lagi,” ucapnya ketika melemparkan kitab tersebut. Namun ternyata, ketika Syekh Shonhaji sampai di rumahnya, kitab tersebut telah ada di atas mejanya. Hal dapat diartikan sebagai karomah, yakni keajaiban yang diperoleh oleh ulama.

Hubungan santri dan kitab kuning, saya rasa tidak bisa disamakan dengan hubungan kita dengan buku bacaan saja. Namun, hubungan kompleks nan bermakna antara santri, pengarang, dan kitab kuning itu sendiri. Bagi saya pribadi, melaksanakan ngaji bandongan setiap malam hari bersama para guru, memiliki rasa tersendiri. Maknani kitab kuning tidak hanya saya artikan sebagai proses mempelajari pemikiran ulama. Lebih dari itu, saya rasa maknani juga mengarah pada proses penyembuhan diri.

Maknani sebagai Self Healing

Tinggalkan Balasan