Maknani Kitab Kuning sebagai Journaling

Maknani kitab kuning berarti menuliskan huruf-huruf pegon berbahasa daerah lokal di bawah baris kalimat Arab dalam teks kitab kuning. Menulis, dalam konteks ini, adalah menulis dalam arti menggores huruf dengan pena, menjadi sarana saya untuk mengurai keruwetan/kekusutan benang dalam kepala.

Masih segar sekali dalam ingatan saya, bahwa trik agar maknani kitab kuning tetap rapi dan terbaca adalah pemilihan pena dengan ujung yang ukurannya nol koma dua lima. Ini bukan soal perfeksionalitas, namun lebih mengarah pada kenyamanan saat membacanya kembali.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dengan kegiatan maknani kitab, berarti saya menghadirkan raga dan pikiran saya untuk menerima ilmu dan pemahaman dari kitab kuning itu sendiri. Ketika proses maknani, saya juga merasa juga journaling.

Saya jadi teringat ketika tahun lalu mengikuti talk show bertajuk Journaling is Healing bersama seorang sastrawan dan seniman boneka kertas. Journaling menjadi sarana untuk healing karena dalam proses menulisnya semua indra bekerja sama. Mata melihat tulisan, telinga mendengarkan suara guru sekaligus goresan tinta yang berjalan, serta tangan bersentuhan dengan kertas dan pulpen. Tentu ini berbeda ‘rasa’ ketika menulis atau mengetik dengan gadget dan keyboard dengan segala kemudahannya.

Dalam artikel penelitiannya yang berjudul Pengembangan Metode Journaling sebagai Sarana Self Healing pada Mahasiswa UNMA Banten, Ardini dkk menjelaskan bahwa self healing merupakan metode penyembuhan dengan cara mengeluarkan emosi dan perasaan yang telah terpendam, alih alih melalui obat kimia. Mereka juga menjelaskan bahwa praktik self healing salah satunya adalah melalui proses menulis. Menulis bisa menjadi terapi kognitif untuk menyalurkan energi negatif yang ada dalam pikiran dan tubuh.

Dari sini saya kemudian berefleksi. Maknani kitab kuning yang sering kali dibilang kegiatan monoton dan begitu-begitu saja, jika direnungkan lebih dalam memiliki kebermanfaatan yang beyond dari mengaji. Ada proses yang mengantarkan diri untuk sembuh. Melalui proses mengurai kusutnya benang dalam pikiran. Dan melalui pemaknaan mendalam terhadap perjalanan maknani itu sendiri yang menjadi cara mengudar rasa hati. Singkat kata maknani kitab kuning is journaling. Journaling is healing.

Tinggalkan Balasan