Data profil pesantren mencatat adanya santri bermukim dari jenjang MTs dan SMA, baik putra maupun putri. Kehidupan bermukim tersebut memungkinkan proses pendidikan berlangsung tidak hanya ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, tetapi juga melalui kehidupan keseharian di lingkungan pesantren.

Di pesantren, belajar dapat berlangsung di ruang kelas, di mushalla, di perpustakaan, di asrama, bahkan melalui interaksi sederhana antarsantri. Sebab pendidikan sejatinya tidak hanya dibentuk oleh buku dan pelajaran, tetapi juga oleh lingkungan dan kebiasaan.

Perjalanan Mambaul Ulum sejak tahun 1964 merupakan perjalanan yang panjang. Dari bangunan sederhana dengan beberapa ruang belajar dan mushalla, pesantren terus berkembang dengan dukungan masyarakat serta penerus yang menjaga keberlangsungannya.
Kini, pengelolaan pesantren melibatkan unsur pengasuh, dewan masyayikh, pengurus yayasan, serta berbagai lembaga pendidikan formal dan nonformal.
Di bawah pembinaan KH. Syamsul Huda, S.Pd., serta dukungan dewan masyayikh dan pengurus yayasan, keberadaan Mambaul Ulum terus menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan Islam di Pulau Kangean.
Amanah yang diwariskan oleh KH Rasyid Ridha tidak berhenti pada satu generasi. Ia terus bergerak melalui para pengasuh, guru, pengurus, santri, alumni, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.
Kisah Mambaul Ulum pada akhirnya bukan hanya cerita tentang sebuah pesantren. Ia adalah cerita tentang bagaimana sebuah cita-cita pendidikan dapat tumbuh dari kepedulian seorang tokoh agama, kemudian berkembang karena gotong royong masyarakat, dan bertahan melalui estafet perjuangan lintas generasi.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesantren memiliki tantangan untuk tetap menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus mempersiapkan santri menghadapi kehidupan yang terus berubah.
Mambaul Ulum menjawab tantangan tersebut dengan membangun pendidikan yang memadukan tradisi keislaman, pembelajaran formal, pendidikan diniyah, pengembangan bahasa, seni, tahfiz, dakwah, teknologi, hingga keterampilan lainnya.

Dari awal yang sederhana, Mambaul Ulum terus berusaha meningkatkan pendidikan dan memberikan ruang bagi santri untuk berkembang.
Harapannya, para santri yang belajar di Mambaul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki ilmu, akhlak, keterampilan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Pada akhirnya, pesantren bukan hanya tentang bangunan dan ruang belajar. Pesantren adalah tempat untuk menanam ilmu, membentuk akhlak, dan mempersiapkan generasi.
