“Karena banyak dari kami masih manusia yang punya rasa kemanusiaan, maka kami ikut merasakan betapa kejamnya rakyat Palestina diperlakukan,” kata Tamrin Tomagola pada Rabu, 19 Mei 2021, sebagaimana dilansir dari law-justice.co.
Kecuali terhadap manusia yang tidak punya rasa kemanusiaan, Guru Besar UI ini tidak mengajak kepada manusia yang bukan manusia. Tetapi, mengajak kepada manusia yang mempunyai hati nurani kemanusiaan, untuk turut merasakan penderitaan rakyat Palestina.

Sesuai dengan amanat UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh karena itu, maka setiap bentuk penjajahan (baik fisik atau fisikis) harus dihapuskan dan dienyahkan dari muka bumi. Di atas dunia ini, yang dihuni oleh berbagai macam suku bangsa dengan kultur yang berbeda-beda, harus hidup rukun, seirama, dan menjaga kesejukan dalam kehidupan. Bantu membantu, bahu membahu untuk kemaslahatan hidup dan terhindar dari berbagai tindakan separatis yang melanggar HAM.
Dalam Al-Quran Allah berfirman, “(Inilah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya yang terang-benderang dengan izin Tuhan mereka.” (Q.S. Ibrahim: 1). Penegasan ayat ini dari “kegelapan”, artinya dari segala bentuk penindasan dan kezaliman serta kebodohan, menuju “cahaya”, yaitu kemerdekaan, kemaslahatan, dan kemakmuran.
Sementara itu, politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana, ikut serta merespons pernyataan dari Jenderal (Purn) AM Hendropriyono yang mengatakan konflik Palestina-Israel bukan urusan Indonesia. Cipta Panca Laksana mengatakan bahwa bahwa AM Hendropriyono selama ini selalu mengungkapkan hal yang bernuansa Islamophobia.
