Masalah Mereka, Masalah Kita Juga…

“Jenderal tua sisa orba ini lama-lama kebuka juga jati dirinya, yang merancang Islamophobia belakangan ini. Yang membuat kohesi sosial kita retak. Iya nga sih?” kata Hinca dikutip akun Twitter-nya, Kamis (20/5/2021).

Senada dengan Cipta Panca Laksana, sekretaris umum Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa pernyataan Hendropriyono tidak mencerminkan seorang negarawan. Sebab UUD 45 sudah sangat jelas bahwa Indonesia menentang segala bentuk penjajahan di dunia. “…oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jadi sudah menjadi kewajiban kita semua bahwa jika terjadi bentuk penjajahan dan atau penindasan oleh suatu negara kepada negara lainnya, maka kita harus merasakan bentuk penderitaan itu dan berupaya untuk menghentikannya. Sebab kita hidup di dunia ini senyatanya adalah satu saudara, jika saudara kita merasakan sakit, maka kita harus turut prihatin dan berusaha membantu.

Hal ini juga terdapat dalam firman Tuhan. “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujarat: 10).

Ikut prihatin dan merasakan penderitaan rakyat Palestina merupakan nilai sosial yang harus kita junjung tinggi. Setidaknya, tidak perlu mengeluarkan ungkapan atau ucapan-ucapan yang justru menimbulkan rasa tidak simpati. Sebab setiap manusia memiliki masalahnya sendiri yang harus diselesaikan dengan cara dibantu oleh orang lain dengan cara yang makruf dan berakhlak mulia. Wallahu A’lam!

Tinggalkan Balasan