Ia tergolong santri paling tua di Pondok Jalen, dan kemudian didapuk menjadi lurah pondok. Tak lama di Jalen, Mbah Manan kemudian diambil menantu KH Abdul Basyar, dinikahkan dengan putrinya Siti Asmiyatun. Dengan Asmiyatun, Mbah Manan dikarunia 12 anak. Setelah Asmiyatun wafat, Mbah Manan menikah lagi dengan Hj Umtiyatun dan dikaruniai 9 anak. Ketika KH Abdul Basyar wafat, Mbah Manan yang dipercaya memimpin Pondok Jalen. Namun, pada 1929, ia menyerahkan kepemimpinan Pondok Jalen kepada adik iparnya, Nyai Mawardi. Mbah Manan sendiri memilih pindak ke Desa Sumberberas, tempat ia mendirikan Pondok Pesantren Minhajut Thullab. Ia menambah deretan panjang pondok pesantren tua di Banyuwangi, yang eksis hingga kini.
