Memahami Al-Qur’an Melalui Tafsir Naratif-Inspiratif

Membaca tafsir Al-Qur’an menjadi penting untuk memahami makna mendalam, hikmah, pelajaran, dan konteks ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an.  Namun, di zaman sekarang banyak orang kurang tertarik dengan pembahasan seputar tafsir. Terlebih tafsir yang berbentuk kitab kuning dan berbahasa Arab.

Di lingkungan pesantren, diskursus mengenai tafsir juga tidak banyak disinggung. Kendatipun demikian bukan tanpa sebab, pesantren memiliki sitem dan herarki yang mengharuskan santri memiliki penguasaan dalam ilmu alat dan fikih.  Ilmu-ilmu ini dianggap wajib dikuasai terlebih dahulu sebagai kunci untuk memahami Al-Qur’an dan tafsir secara mandiri di kemudian hari.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Padahal memahami Al-Qur’an tidak cukup jika hanya menggunakan terjemahan. Sebab akan berpotensi membawa seseorang pada salah pemahaman. Singkatnya orang akan menginterpretasikan sesuai kehendak pribadinya tanpa adanya pondasi keilmuan yang memadai.

Prof. Dr. Nadirsyah Hosen―atau yang akrab dipanggil Gus Nadir―membuat sebuah terobosan karya dalam khazanah keilmuan tafsir. Ia menulis buku tafsir bercorak naratif-inspiratif dari surah-surah yang terdapat di Juz ‘Amma.

Pemilihan Juz ‘Amma sebagai bahan penulisan buku didorong oleh banyaknya sebagian umat Muslim yang menghafal surah-surah di Juz paling akhir ini. Kendati banyak orang menghafalnya, namun bukan berarti banyak pula yang memahami dan menghayati makna dari surah-surah di Juz ‘Amma. Maka dari itu, tercetuslah karya inovatif ini, sebuah tulisan yang memadukan cerita naratif dengan hasil pemikiran tafsir karya ulama klasik.

Buku ini merupakan genre baru penafsiran Al-Qur’an, yang menyampaikan makna ayat-ayat melalui gaya cerita (naratif) sekaligus menghadirkan pesan reflektif-motivatif (inspiratif) bagi pembacanya. Penggunaan narasi dalam penulisan buku ini bertujuan agar menyentuh hati bagi bagi siapapun, termasuk yang menganggap dirinya hamba yang biasa―seperti yang dikatakan Gus Nadir dalam judul buku. Karenanya, maka cerita yang dihadirkan berkaitan dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Urgensi Tafsir di Era Kontemporer

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan