Memahami Hujah Puasa Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya: “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini”. (HR at-Tirmidzi).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

عن ابن عباس مرفوعا: ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذه الأيام -يعني عشر ذي الحجة -قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا
الجهاد في سبيل الله، إلا رجلا خرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء

Artinya: “Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadis marfu’. Tidak ada hari-hari di mana amal salih lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari (awal) Zulhijah. Kemudian para sahabat bertanya, Dan bukan pula jihad, ya Rasulallah? Rasul lalu menjawab, Dan tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tak lagi membawa apa-apa.” (HR. Bukhari).

عن أبى هريهرة رضي الله عنه, عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: ما من ايام احب الى الله تعالى أن يتعبد له فيهن من أيام عشر ذى الحجة,
وان صيام يوم يعدل صيام سنة, وقيام ليلة كقيام سنة

Artinya: “Dari Abi Hurairah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnys berkata: Tidak ada hari yang paling disukai oleh Allah swt, dimana Dia disembah pada hari itu kecuali, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sama halnya dengan puasa satu tahun. Ibadah, shalat malam sekali pada malamnya seperti sahalat malam selama satu tahun pula.” (HR. Bukhari).

At-Thabarani dalam kitabnya Fadhl Asyr Dzilhijjah (h. 36) juga meriwayatkan hadis dengan bahasan (variasi matan) serupa,

أفضل أايم الدنيا أايم العشر

Artinya: “Hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (awal) dari bulan Zulhijah.”

Hadis-hadis mengisyaratkan agar umat muslim melakukan ibadah semaksimal mungkin , karena adanya keutamaan waktu di awal bulan Zulhijah. Kemudian Ibnu Hajar mentahqiq dalam kitabnya Fathul Bari mengatakan,

واستدل به على فضل صيام عشر ذي الحجة لاندراج الصوم في العمل

Artinya: “Dan hadis-hadis ini menjadi dalil keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Zulhijah, karena puasa termasuk amal saleh.”

Kemudian beliau menjelaskan kembali bahwa sepuluh hari awal bulan Zulhijah menjadi istimewa dan berkualitas karena berbarenganya waktu ibadah-ibadah utama (ummahat al-ibadah): Salat, puasa, sedekah (berkurban), dan haji.

Kemudian timbul sebuah pertanyaan, bahwa keutamaannya adalah sepuluh hari, tetapi mengapa puasanya hanya sembilan hari? Hal ini dijawab dengan tegas oleh an-Nawawi yang dikutip oleh Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (Juz 3, halaman 386),

والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من أول ذي الحجة. لِأنّها أَيّام زيارة بيْت اللهِ والْوقْت إِذا كان أَفْضل كان الْعمل الصّالح فيْه أفْضل

Tinggalkan Balasan