Memahami Konsep Tasawuf Falsafi Al-Hallaj

Konsep ini lebih menekankan bahwa yang paling esensi dari keberagamaan seseorang tidak terletak pada siapa dan bagaimana bentuk pemahaman orang tentang Tuhan, melainkan lebih kepada nilai ketaatannya terhadap Tuhan dan masing-masing agama. Tidak ada gunanya saling menjelekkan antar-pemeluk agama yang satu dengan yang lain, karena bagaimanapun terdapat unsur di luar kemampuan diri manusia, yakni hidayah.

Banyaknya pendapat yang menyorot tentang kesesatan ajaran al-Hallaj. Buya Hamka dalam bukunya Perkembangan dan Pemurnian Tasawuf menjelaskan bahwa, menurut ajaran al-Hallaj, bilamana batin seorang insan telah suci bersih di dalam menempuh perjalanan dalam hidup kebatinan, akan naiklah tingkat hidupnya itu dari suatu maqam ke maqam yang lain, misalnya muslim, mukmin, shalihin, muqarrabin. Muqarrabin artinya orang yang paling dekat dengan Tuhan. Di atas tingkat muqarrabin itu tibalah mereka di puncak, sehingga bersatu dengan Tuhan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Demikianlah pemikiran tasawuf falsafi al-Hallaj yang dituduh sesat sehingga mengantarkannya pada kesyahidan dalam mempertahankan ajarannya tersebut. Dari pembahasan kali ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa memahami diskursus keilmuan/pemikiran Islam harus dilakukan secara radiks (mendalam) dan universal (menyeluruh) agar kita tidak mudah menuduh orang lain sesat.

Tinggalkan Balasan