Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (1)

Digambarkan bagaimana perubahan-perubahan terjadi dalam dirinya tanpa diketahui dari mana asalnya. Oleh karena itu, perasaan-perasaan takut, resah, dan bingung silih berganti menyelimuti dirinya sampai yakin betul bahwa beliau telah dipilih Allah untuk mengemban misi risalah ilahiah.

Kita bisa mengilustrasikannya dengan kehidupan manusia pada umumnya, bahkan pada diri kita sendiri pun bisa. Secara spontan dan otomatis, sejenis gerakan refleks, kita akan merasa takut ketika ada suasana berbeda dalam diri kita, kondisi batin kita. Gejala-gejala yang muncul antara lain tubuh kita akan mengalami panas dingin, pori-pori mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetaran.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kejadian semacam itu bisa terjadi saat sendirian dan sedang dalam penghayatan atau perenungan yang dalam dan intens, atau bahkan bisa terjadi saat kita berada dalam keramaian, ketika hati kita sedang bertanya-tanya tentang hakikat kehidupan. Apalagi kita tidak tahu darimana asal muasal gejala itu datang.

Berdasar penelitian sejarah, bahwa sesungguhnya pengalaman Nabi Muhammad dalam menjalani masa-masa peralihan dari manusia biasa menjadi nabi sangat panjang. Sejak mendekati usia 40 tahun, berarti kisaran 30 ke atas, beliau telah dipersiapkan secara psikologis untuk mengemban tugas kenabian yang berlanjut melewati masa fatrah, yakni masa-masa terputusnya wahyu sampai turunnya surah al-Muddatsir.

Artinya, dari awal perubahan diri selama masa peralihan sampai penerimaan wahyu di Gua Hira berlanjut masa-masa terputusnya wahyu kemudian sampai pada turunnya surah al-Muddatstsir, semuanya merupakan rangkaian persiapan mengemban tugas kenabian.

Tinggalkan Balasan